Menjelajah dunia maya sudah bukan hal yang aneh lagi sekarang, bahkan
kegiatan tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat modern. Disamping kecepatan internet yang semakin cepat masih
banyak penggunan yang menggunakan internet berbasiskan kuota. Kuota
sendiri adalah sebuah aturan yang diberikan oleh operator seluler untuk
membatasi penggunaan bandwith yang berlebihan oleh pengguna.
Sayangnya tidak seperti pada smartphone yang memiliki berbagai macam
fitur penghemat bandwith, browser pada PC seringkali menampilkan halaman
website apa adanya tanpa dikompress sama sekali. Ini sebenarnya
merupakan hal yang bagus dimana konten web akan tampil sempurna dan
menawarkan pengalaman menjelajah yang lebih baik. Akan tetapi bagi
pengguna yang punya kuota terbatas akan menjadi masalah tersendiri
dimana hal ini akan menyebabkan pemakaian kuota terkuras sangat cepat.
Sebuah halaman website portal berita bisa menghabiskan hingga 4-8 MB
dalam satu kali load nya. Bayangkan berapa MB yang akan habis jika dalam
sehari kalian membuka 40-50 halaman.
Maka dari itu saya akan melakukan pengujian 5 browser PC mana yang paling hemat kuota.
Dalam pengujian ini akan dihadirkan 3 browser yang sudah malang
melintang yaitu Mozilla Firefox, Opera, dan Chrome. Ada lagi 2 browser
yang masih sangat baru yaitu UC Browser dan Microsoft Edge.
Dari ketiganya hanya Chrome, UC Browser, dan Opera yang memiliki
fitur Penghemat Bandwith. Dua lainnya yaitu Firefox dan Edge hanya akan
hadir sebagai pelengkap saja untuk melihat bagaimana performa keduanya
tanpa fitur Penghemat Bandwith.
Mari kita mulai saja pengujian ini.
Browser yang Diujikan
- Chrome 64-bit | versi 52.0.2743.166 m
- UC Browser | versi 5.6.12265.1017
- Opera | versi 39.0.2256.48
- Mozilla Firefox | versi 48.0.1
- Microsoft Edge | versi 25.10586.0.0
Semua browser diatas telah diupdate ke versi terbaru yang ada saat
ini. Sebenarnya Mozilla Firefox dan Microsoft Edge tidak memiliki fitur
Data Saver hanya saja tetap saya tambahkan untuk melihat seberapa
efektif keduanya melakukan kompresi data tanpa embel-embel fitur Data
Saver atau semacamnya.
Website Pengujian
- Detik.com
– Salah satu situs berita terbesar di Indonesia dengan konten dan
element yang bejibun dihalaman website nya akan cocok sebagai platform
pengujian ini.
- Dailymail.co.uk
– Situs berita dari luar negeri yang meskipun halaman website nya lebih
dominan warna putih tanpa ada hiasan warna-warni ternyata merupakan
website yang paling berat di load diantara situs lainnya yang diujikan
disini.
- Blibli.com
– Sebuah marketplace yang walaupun halamannya tidak seberat kedua situs
berita diatas tapi sudah menerapakan sistem kemanan enkripsi SSL/HTTPS
yang mana untuk melihat apakah browser yang diujikan bisa melakukan
kompress data pada situs ter-enkripsi seperti ini.
Metode dan Tata Cara Pengujian
Program yang digunakan
- Networx – Aplikasi yang biasa digunakan untuk
me-manage bandwith internet yang digunakan oleh PC kita. Networx bisa
mencatat setiap lalu lintas data yang terjadi baik dari sambungan kabel
maupun wireless. Hasil pencatatan tersebut akan ditampilkan berdasarkan
beberapa kategori dari per-hari, per-minggu, hingga per-aplikasi. Karena
itu software ini sangat cocok untuk pengujian kali ini.
- Inspect Network – Sebuah fitur yang sudah include
pada semua browser dalam pengujian ini. Inspect Network berguna untuk
memastikan setiap website yang di-load benar-benar sudah ter-load
sempurna bagian-bagiannya. Dengan Inspect Network kita bisa melihat
element-element mana saja yang sudah di load dan apakah masih ada
element yang belum di load pada suatu website.
Skenario Pengujian
Saya melakukan tes perbandingan seberapa hemat suatu Browser dengan skenario pengujian sebagai berikut :
Pencatatan pada aplikasi Networx akan di reset sebelum pengujian website dilakukan.
Selain itu pada masing-masing browser juga akan dilakukan Clear Cache
sebelum pengujian dilakukan. Hal ini bertujuan agar setiap website yang
di-load benar-benar menghasilkan data yang akurat dan berimbang.
Saat pengujian berlangsung kita dapat melihat apakah semua element
dalam sebuah website sudah ter-load sempurna atau belum melalui fitur
Inspect Network.
Setelah sebuah website selesai di-load sempurna maka saya akan
mencatat berapa bandwith data yang digunakan suatu browser melalui
aplikasi Networx. Langkah diatas akan diulangi lagi untuk menguji
browser dan website lainnya.
Hasil Pengujian
Chrome
Pada halaman detik.com browser Chrome mencatatkan 625 KB atau 14%
lebih hemat. Sedangkan pada Dailymail.co.uk Chrome berhasil mengkompress
data dari 6,3 MB menjadi 4,9 MB yang artinya lebih hemat hingga 1,4 MB
atau 22%. Pada situs blibli.com kita bisa menganggap ini sebagai margin
error yang artinya Chrome tidak melakukan kompressi. Memang seperti yang
sudah diprediksi sejak awal bahwa fitur data saver tidak berpengaruh
terhadap situs-situs yang menerapkan enkripsi SSL/HTPS.
UC Browser
Kejadian cukup aneh sekaligus menarik terjadi pada pengujian UC Browser. Pertama mari kita lihat statement yang diklaim oleh UCWeb dibawah ini.
Disitu dengan jelas terlihat UC Browser mengklaim bahwa fitur Cloud
Acceleration (Cloud Boost) mereka mampu meningkatkan kecepatan dan
mengkompress data sebuah halaman website tanpa mengurangi detail secara
signifikan. Disini saya hanya menyorot fitur kompress datanya
karena saya tidak melakukan pengujian bagaimana dengan kecepatan
dan detail website yang dihasilkan.
Dari pengujian yang saya lakukan hasilnya malah menunjukan nilai
minus (-) atau data yang dikonsumsi UC Browser justru lebih banyak
ketika fitur Cloud Boost nya diaktifkan. Pada pengujian detik.com fitur
Cloud Boost UC Browser justru menghasilkan data 8% lebih banyak daripada
saat fitur tersebut dimatikan. Pada Dailymail.co.uk kita bisa
menganggapnya sebagai margin error. Sedangkan pada situs yang
menggunakan SSL/HTTPS UCBrowser justru mampu menghemat hingga 4%.
Saya sudah melakukan pengujian ulang berkali-kali terhadap
UCBrowser untuk memastikan bahwa hasil pengujian ini memang seperti ini
dan benar-benar tidak ada kesalahan dalam prosedur pengujian. Dan hasil
yang didapatkan tetap seperti hasil diatas.
What’s this UC Browser?
Apakah fitur Cloud Boost UC Browser hanya sebuah gimmick terlepas
apakah fitur tersebut memang mampu mempercepat loading suatu website
atau tidak? Entahlah. Tapi pengujian menunjukan bahwa fitur
Cloud Boost hampir tidak berpengaruh sama sekali dengan jumlah byte yang
di load pada suatu halaman website.
Opera
Sebagai sebuah browser yang sangat berpengalaman dan sudah dikenal
dengan kemampuannya yang mampu melakukan kompress data secara signifikan
membuat Opera begitu superior dipengujian ini. Pada halaman
Dailymail.co.uk browser Opera dengan Opera Turbo nya mampu melakukan
kompressi data hingga 53%! 2 kali lipat dari yang mampu dilakukan oleh
Chrome. Bahkan dengan situs terenkripsi seperti Blibli.com Opera masih
mampu melakukan kompressi walaupun tidak besar, hanya 6%.
Mozilla Firefox
Microsoft Edge
Perbandingan Semua Browser
Bila kita lihat pada perbandingan diatas browser Edge milik Microsoft
menjadi yang paling boros memakan bandwith dibanding browser lainnya.
Dilain sisi Chrome cukup efisien menghemat bandwith pada kondisi normal
(Data Saver OFF) saat diuji membuka halaman Dailymail.co.uk. Sedangkan
pada Mozilla Firefox tidak ada yang istimewa, tidak boros tapi tidak
hemat juga.
Kesimpulan
Pada awalnya saya mengira bahwa UC Browser akan bersaing ketat
dengan Chrome dan Opera mengingat sejak jaman Symbian masih jaya UC
Browser adalah rival terkuat Opera Mini dalam hal browser mobile
terhemat. Namun nyatanya dari pengujian yang ada fitur Cloud Boost dari
UC lebih terasa seperti gimmick belaka. Praktis hanya Chrome dan Opera
lah yang bersaing ketat dalam pengujian ini.
Dilain sisi Opera membuktikan pengalamannya sebagai salah satu
browser tertua membuatnya menjadi yang paling digdaya dalam pengujian
ini. Saya tidak menyangka ada browser yang bisa melakukan kompressi
data hingga 50% dari total byte halaman yang dihasilkan. Tapi tentu
saja tidak semua halaman bisa di kompress se-ekstrim itu.
Sedangkan Chrome seperti yang bisa kita lihat dari grafik diatas
hanya kalah sedikit saja dari Opera. Bagaimana dengan Firefox dan Edge?
Tidak ada yang spesial karena sejak awal keduanya tida memiliki fitur
Data Saver. Catatan tersendiri untuk Edge sangat boros dalam me-load
halaman web. Saya tidak merekomendasikan penggunaan Edge bagi
kalian yang punya kuota pas-pasaan.
Pada akhirnya keputusan untuk menggunakan browser mana ada ditangan
kalian. Selain Data Saver tentu ada variabel lain yang bisa jadi
pertimbangan pengguna memilih browser seperti extention, speed, dan
fitur lainnya yang tidak bisa saya ujikan semua disini. Tapi jika
kalian ingin menjelajah web dengan pemakaian bandwith seminim mungkin, Yes, use Opera!
Apakah kalian punya rekomendasi browser lain? Silahkan tambahkan dikolom komentar.
referensi : sumber
Published: By:
Wawan Sulistiawan
- 18.37